SDN 06 Mulyoharjo

SD Negeri 06 Mulyoharjo

Jelang Kurikulum 2013

kurikulum 2013Beberapa hari yang lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui situs resminya mengeluarkan rancangan kurikulum 2013 (Silakan dapat anda unduh disini), dengan disertai uji publik. Maksud dari uji publik adalah untuk memperkenalkan sekaligus menjaring pendapat seputar peluncuran kurikulum baru sebagai pengganti KTSP yang sudah dilaksanakan selama ini.

Sejumlah hal yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013 adalah (a) Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran; (b) Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP dan MELT di AS, Korea Selatan]; (c) Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat, dan (d) Walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial

Sementara itu, Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya: (1) Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (2) Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; (3) Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (4) Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (5) Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (6) Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (7) Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

Tiga faktor lainnya juga menjadi alasan Pengembangan Kurikulum 2013 adalah, pertama, tantangan masa depan diantaranya meliputi arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Kedua, kompetensi masa depan yang antaranya meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.

Ketiga, fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, dan gejolak sosial (social unrest). Yang keempat adalah persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.

Terkait dengan uji publik kurikulum 2013 tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan tdak ada satu orang pun yang secara tegas menyatakan menolak kurikulum 2013 selama uji publik dilaksanakan melalui saluran daring (online). “Secara keseluruhan dari kurikulumnya sendiri tidak ada penolakan secara tegas dari landasan pemikiran, struktur kurikulum, penambahan jam pelajaran, standar penilaian, dan implementasi,” kata Mendikbud dalam jumpa pers dengan wartawan di Jakarta, Kamis yang lalu.

Terlepas dari lontaran mendikbud, sejumlah kalangan ternyata banyak menyoroti tajam, bahkan menolak kurikulum 2013.

Seperti diberitakan di media Republika Online, bahwa anggota masyarakat dan LSM yang tergabung dalam koalisi pendidikan menolak kurikulum baru 2013. ‘Kami sepakat  menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013,” ujar juru bicara elemen masyarakat menolak perubahan kurikulum 2013.

Menurut Benny, juru bicara elemen masyarakat, perubahan kurikulum yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak memiliki latar belakang kuat dan terkesan terburu-buru. Sehingga, alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada tak dapat menjamin pendidikan di Indonesia lebih baik.

“Kami menolak perubahan kurikulum karena tak ada alasan dan latar belakang jelas mengapa kurikulum harus diubah. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan,” terang Benny.

Menurut Benny, perubahan kurikulum yang coba diaplikasikan pada medio 2013, tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006. Ditambah, perubahan itu  tanpa melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.

Benny menyarankan pemerintah sebaiknya lebih fokus pada peningkatan kualitas guru karena 62 persen guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya mengikuti pelatihan hanya sekali dalam lima tahun. Bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980.

Di lain pihak, Rencana perubahan kurikulum 2013 dianggap membebankan banyak pihak, seperti guru, murid dan orangtua. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Reno Listyarti mengatakan bahwa guru menjadi terbebani karena tak pernah dilibatkan dalam pembahasan rencana perubahan kurikulum itu . “Guru hanya dilibatkan dalam implementasi saja, tetapi tidak dilibatkan di proses awal,” kata Retno dalam jumpa pers di kantor ICW, Jakarta Selatan, kemarin Rabu/5 Desember 2013.

Lebih lanjut Retno menerangkan, guru yang paling dirugikan adalah guru yang sedang mengenyam pendidikan sesuai bidangnya, namun ternyata mata pelajarannya telah dihapus. Selain guru, murid juga akan mengalami perubahan dratis dalam menghadapi kurikulum ini. Mata pelajaran mereka memang akan berkurang, tapi jumlah jam pelajaran justru bertambah. Jam belajar siswa SD bertambah rata-rata empat jam per minggu. Untuk kelas 1 SD, jam belajar bertambah dari 26 menjadi 30 jam, kelas 2 SD dari 27 menjadi 32 jam, kelas 3 SD dari 28 menjadi 34 jam, sedangkan kelas 4, 5, 6 SD dari 32 menjadi 36 jam.

Terlepas dari hal tersebut di atas dan reaksi publik, serta cemooh ”ganti menteri ganti kurikulum”, kurikulum memang harus senantiasa berubah seiring perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Kritik dari kalangan industri justru diarahkan pada keengganan dunia pendidikan untuk merespons perubahan dalam masyarakat dan mentransformasi diri.

Selama era reformasi, ini adalah ketiga kalinya kurikulum ditelaah dan dikembangkan dalam skala nasional setelah Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006. Publik sedang menantikan perubahan seperti apa dan apa yang akan ditawarkan dalam kurikulum baru serta dampak apa yang bisa diharapkan pada keluaran sistem pendidikan ke depan, sebagai akibat dari intervensi pemerintah melalui pengembangan kurikulum ini.

Kecemasan dan kritik lewat media massa bisa dianggap sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional. Masukan yang diharapkan dari publik mencakup— tetapi tidak terbatas pada—perspektif tentang kompetensi inti yang melandasi penjabaran kompetensi dasar pada setiap jenjang, struktur kurikulum, pengintegrasian IPA dan IPS pada jenjang SD, penambahan jam belajar, penghapusan penjurusan di SMA, serta optimalisasi potensi keberhasilan kurikulum.

Apakah Kurikulum 2013 ini akan memenuhi harapan masyarakat dan berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia? Mari kita lihat ke depan…. Semoga

 

2 responses to “Jelang Kurikulum 2013

  1. ibnufajar75 27 January 2013 at 12:15 am

    Nice Post….

    Salam kenal

  2. Mikhael Kia 1 March 2013 at 9:37 pm

    Menurutku kurikulum 2013 lebih menjanjikan anak bangsa dan membawanya menuju tujuan pendidikan Nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: